Asesmen Kinerja
Menurut Ari Widodo ( 2008 : 152 ) Asesmen
Kinerja merupakan penilaian terhadap proses perolehan penerapan pengetahuan dan
ketrampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukan kemampuan siswa dalam
proses dan produk. Asesmen kinerja memiliki tujuan untuk mengases unjuk kinerja
siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
Pada prinsipnya asesmen kinerja
menekankan pada proses keterampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan
tugas-tugas yang telah diberikan. Asesmen kinerja cocok digunakan untuk
menggambarkan proses kegiatan atau unjuk kerja yang dinilai melalui pengamatan
terhadap siswa ketika melakukannya. Penilaian unjuk kerja adalah penilaian
berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa selama melakukan
kegiatan kerja bukan sebelum atau sesudah kerja.
Asesmen kinerja memberi peluang kepada
guru untuk menilai pencapaian berbagai hasil pendidikan yang sebenarnya tidak
dapat dijabarkan dalam tes tertulis. Dalam hal ini, guru dapat mengamati siswa
saat sedang bekerja atau melakukan tugas belajar serta dapat menilai tingkat
penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Evaluasi didasarkan pada
kineja siswa dalam mencapai keunggulan prestasi. Hal yang harus dipahami
tentang asesmen kinerja adalah desain dan pengembangan asesmen kinerja yang
akan digunakan dalam kelas tertentu. Asesmen kinerja merupakan alat yang
memberikan cara yang efektif dan efisien untuk menilai beberapa hasil dari
proses pendidikan.
Berdasarkan cara melaksanakan asesmen
kinerja dapat dikelompokkan menjadi:
1.
Asesmen Kinerja
Klasik (mengases kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas)
2.
Asesmen Kinerja
Kelompok (mengases kinerja siswa secara berkelompok)
3.
Asesmen Kinerja
Individu (mengases kinerja siswa secara individu)
Dalam
melaksanakan asesmen kinerja, guru dapat mengatur secara fleksibel
kinerja-kinerja yang akan diakses dalam kurun waktu tertentu. Asesmen kinerja
yang sering digunakan oleh guru yaitu asesmen kinerja individu. Ada tiga fase
dalam melaksanakan asesmen kinerja, yaitu:
1.
Fase 1 :
Mendefinisikan kinerja (menentukan jenis kinerja yang dinilai)
2.
Fase 2 :
Mendesain latihan-latihan kinerja
3.
Fase 3 :
Melakukan penskoran dan pencatatan hasil
Asesmen
kinerja bersifat lugas (fleksibelitas) dalam pengembangan bagian-bagiannya,
tetapi ada beberapa yang erlu diperhatikan yaitu ketika meninjau faktor-faktor
konteks dalam rangka pengambilan keputusan tentang kapan mengadopsi
metoda-metoda asesmen kinerja. Dalam asesmen kinerja, pemakai bebas memilih
dari suatu rentang sasaran prestasi yang mungkin dan asesmen kinerja dapat
difokuskan pada sasaran-sasaran khusus. Dalam penskoran sebaiknya dilakukan
oleh lebih dari satu orang agar faktor objektivitas dapat diperkecil dan hasil
penilaian lebih akurat. Penilaian unjuk kirja dapat dilakukan dengan
menggunakan daftar cek( ya/tidak ) atau skala rentang( baik sekali, baik, cukup
).
Contoh
asesmen kinerja penilaian ceklist dalam menggunakan mikroskop :
|
No
|
Aspek Penilaian
|
Skala
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
1
|
Mengatur pencahayaan
|
n
|
|
|
2
|
Memasang preparat
|
|
n
|
|
3
|
Memfokuskan bayangan benda
|
n
|
|
Asesmen Portofolio
Menurut
Ari Widodo ( 2008 : 158 ) Asesmen portofolio merupakan asesmen otentik yang
menggambarkan kemajuan belajar siswa dengan bukti-bukti yang diseleksi bersama
oleh siswa dan guru. Bukti yang dikumpulkan dalam portofolio merupakan hasil
seleksi bersama antara siswa dan guru yang dianggap karya terbaik dan berarti
bagi siswa. Kumpulan karya siswa yang akan dikumpulkan sebagai dokumen
portofolio terlebih dahulu direview oleh guru, sehingga bersama guru,siswa
dapat menentukan bukti-bukti nyata yang menggambarkan dirinya.
Portofolio
sebagai asesmen otentik dapat digunakan sebagai :
Ø Mendokumentasikan kemajuan siswa selama kurun waktu
tertentu
Ø Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki
Ø Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk
belajar
Ø Mendorong tanggungjawab siswa untuk belajar
Keuntungan
penerapan portofolio sebagai asesmen otentik antara lain sebagai berikut :
Ø Kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas
Ø Menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa serta
memberikan pengaruh positif dalam belajar. Seleksi hasil karya terbaik siswa
melibatkan siswa sehingga siswa merasa dihargai.
Ø Membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu
memberikan motivasi yang lebih besar daripada membandingkan dengan pekerjaan
orang lain.
Ø Siswa dilatih untuk menentukan pilihan karya terbaik
Ø Memberikan kesempatan kapada siswa bekerja sesuai
dengan perbedaan individu
Ø Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang
kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri, orang tua dan pihak yang lain
yang terkait
Berikut
ini adalah model portofolio IPA SD yang berisi contoh-contoh pekerjaan siswa :
|
1.
Hasil ulangan
|
4.
Laporan
kelompok dan foto kegiatan siswa
|
|
2.Gambar-gambar
dan laporan lisan
|
5.
Salinan piagam
penghargaan
|
|
3.
Produk berupa hasil pekerjaan proyek
|
|
Selanjutnya
contoh-contoh pekerjaan tersebut disimpan didalam satu tempat khusus ( file
folder ) untuk setiap siswa. Kujujuran siswa dalam melaporkan rekaman dan
dokumentasi belajarnya serta kejujuran guru dalam menilai kemampuan siswa
sesuai dengan kriteria yang telah disepakati merupakan syarat dilaksanakannya
asesmen portofolio. Bentuk-bentuk asesmen portofolio, antara lain :
·
Catatan anekdotal,
yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai
perilaku siswa, khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran.
·
Ceklis atau
daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan
yang hendak dicapai siswa.
·
Skala penilaian
yang mencatat kemajuan perkembangan siswa.
·
Respon-respon
siswa terhadap pertanyaan
·
Tes skrining
untuk mengidentifikasi ketrampilan siswa setelah pengajaran dilakukan. Misalnya
: PR, tes hasil belajar, dan LKS.
Langkah-langkah
dalam penerapan portofolio :
1.
Tahap persiapan
yang meliputi :
·
Menentukan jenis
portofolio yang akan dikembangkan
·
Menentukan
tujuan penyusunan portofolio
·
Memilih
kategori-kategori pekerjaan yang akan dimasukkan portofolio
·
Meminta siswa
untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukkan dalam portofolio
·
Guru
mengembangkan rubrik ( kriteria penilaian ) untuk menyekor pekerjaan siswa.
2.
Mengatur
portofolio : portofolio diatur sesuai kesepakatan selama satu semester
3.
Pemberian nilai
akhir portofolio : aspek yang dinilai meliputi isi portofolio, dan kelengkapan
portofolio.
Daftar Pustaka
Widodo,
Ari. dkk. 2008. Pendidikan IPA di SD.
Bandung : UPI Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar