Rabu, 01 Mei 2013

Asesmen Kinerja dan Asesmen Portofolio


 Asesmen Kinerja
Menurut Ari Widodo ( 2008 : 152 ) Asesmen Kinerja merupakan penilaian terhadap proses perolehan penerapan pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pembelajaran yang menunjukan kemampuan siswa dalam proses dan produk. Asesmen kinerja memiliki tujuan untuk mengases unjuk kinerja siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
Pada prinsipnya asesmen kinerja menekankan pada proses keterampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang telah diberikan. Asesmen kinerja cocok digunakan untuk menggambarkan proses kegiatan atau unjuk kerja yang dinilai melalui pengamatan terhadap siswa ketika melakukannya. Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa selama melakukan kegiatan kerja bukan sebelum atau sesudah kerja.
Asesmen kinerja memberi peluang kepada guru untuk menilai pencapaian berbagai hasil pendidikan yang sebenarnya tidak dapat dijabarkan dalam tes tertulis. Dalam hal ini, guru dapat mengamati siswa saat sedang bekerja atau melakukan tugas belajar serta dapat menilai tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Evaluasi didasarkan pada kineja siswa dalam mencapai keunggulan prestasi. Hal yang harus dipahami tentang asesmen kinerja adalah desain dan pengembangan asesmen kinerja yang akan digunakan dalam kelas tertentu. Asesmen kinerja merupakan alat yang memberikan cara yang efektif dan efisien untuk menilai beberapa hasil dari proses pendidikan.
Berdasarkan cara melaksanakan asesmen kinerja dapat dikelompokkan menjadi:
1.      Asesmen Kinerja Klasik (mengases kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas)
2.      Asesmen Kinerja Kelompok (mengases kinerja siswa secara berkelompok)
3.      Asesmen Kinerja Individu (mengases kinerja siswa secara individu)
Dalam melaksanakan asesmen kinerja, guru dapat mengatur secara fleksibel kinerja-kinerja yang akan diakses dalam kurun waktu tertentu. Asesmen kinerja yang sering digunakan oleh guru yaitu asesmen kinerja individu. Ada tiga fase dalam melaksanakan asesmen kinerja, yaitu:
1.      Fase 1 : Mendefinisikan kinerja (menentukan jenis kinerja yang dinilai)
2.      Fase 2 : Mendesain latihan-latihan kinerja
3.      Fase 3 : Melakukan penskoran dan pencatatan hasil
Asesmen kinerja bersifat lugas (fleksibelitas) dalam pengembangan bagian-bagiannya, tetapi ada beberapa yang erlu diperhatikan yaitu ketika meninjau faktor-faktor konteks dalam rangka pengambilan keputusan tentang kapan mengadopsi metoda-metoda asesmen kinerja. Dalam asesmen kinerja, pemakai bebas memilih dari suatu rentang sasaran prestasi yang mungkin dan asesmen kinerja dapat difokuskan pada sasaran-sasaran khusus. Dalam penskoran sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang agar faktor objektivitas dapat diperkecil dan hasil penilaian lebih akurat. Penilaian unjuk kirja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek( ya/tidak ) atau skala rentang( baik sekali, baik, cukup ).
Contoh asesmen kinerja penilaian ceklist dalam menggunakan mikroskop :

No

Aspek Penilaian
Skala
Ya
Tidak
1
Mengatur pencahayaan
n

2
Memasang preparat

n
3
Memfokuskan bayangan benda
n





 Asesmen Portofolio
Menurut Ari Widodo ( 2008 : 158 ) Asesmen portofolio merupakan asesmen otentik yang menggambarkan kemajuan belajar siswa dengan bukti-bukti yang diseleksi bersama oleh siswa dan guru. Bukti yang dikumpulkan dalam portofolio merupakan hasil seleksi bersama antara siswa dan guru yang dianggap karya terbaik dan berarti bagi siswa. Kumpulan karya siswa yang akan dikumpulkan sebagai dokumen portofolio terlebih dahulu direview oleh guru, sehingga bersama guru,siswa dapat menentukan bukti-bukti nyata yang menggambarkan dirinya.
Portofolio sebagai asesmen otentik dapat digunakan sebagai :
Ø  Mendokumentasikan kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu
Ø  Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki
Ø  Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar
Ø  Mendorong tanggungjawab siswa untuk belajar
Keuntungan penerapan portofolio sebagai asesmen otentik antara lain sebagai berikut :
Ø  Kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas
Ø  Menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa serta memberikan pengaruh positif dalam belajar. Seleksi hasil karya terbaik siswa melibatkan siswa sehingga siswa merasa dihargai.
Ø  Membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar daripada membandingkan dengan pekerjaan orang lain.
Ø  Siswa dilatih untuk menentukan pilihan karya terbaik
Ø  Memberikan kesempatan kapada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu
Ø  Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri, orang tua dan pihak yang lain yang terkait
Berikut ini adalah model portofolio IPA SD yang berisi contoh-contoh pekerjaan siswa :
1.   Hasil ulangan
4.   Laporan kelompok dan foto kegiatan siswa
2.Gambar-gambar dan laporan lisan
5.   Salinan piagam penghargaan
3. Produk berupa hasil pekerjaan proyek

Selanjutnya contoh-contoh pekerjaan tersebut disimpan didalam satu tempat khusus ( file folder ) untuk setiap siswa. Kujujuran siswa dalam melaporkan rekaman dan dokumentasi belajarnya serta kejujuran guru dalam menilai kemampuan siswa sesuai dengan kriteria yang telah disepakati merupakan syarat dilaksanakannya asesmen portofolio. Bentuk-bentuk asesmen portofolio, antara lain :
·         Catatan anekdotal, yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa, khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran.
·         Ceklis atau daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
·         Skala penilaian yang mencatat kemajuan perkembangan siswa.
·         Respon-respon siswa terhadap pertanyaan
·         Tes skrining untuk mengidentifikasi ketrampilan siswa setelah pengajaran dilakukan. Misalnya : PR, tes hasil belajar, dan LKS.
Langkah-langkah dalam penerapan portofolio :
1.      Tahap persiapan yang meliputi :
·         Menentukan jenis portofolio yang akan dikembangkan
·         Menentukan tujuan penyusunan portofolio
·         Memilih kategori-kategori pekerjaan yang akan dimasukkan portofolio
·         Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukkan dalam portofolio
·         Guru mengembangkan rubrik ( kriteria penilaian ) untuk menyekor pekerjaan siswa.
2.      Mengatur portofolio : portofolio diatur sesuai kesepakatan selama satu semester
3.      Pemberian nilai akhir portofolio : aspek yang dinilai meliputi isi portofolio, dan kelengkapan portofolio.
Daftar Pustaka
Widodo, Ari. dkk. 2008. Pendidikan IPA di SD. Bandung : UPI Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar